Menu Tutup

RAPI Jawa tengah Musda IX di Semarang

pengurus daerah

Belum lama ini RAPI Jawa tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IX di Hotel Grasia Semarang pada tanggal 23-24 Oktober 2021. Sebanyak 35 pengurus kabupaten/kota se-Jateng menghadiri Musda ini.

Kepada seluruh Peserta Musyawarah Daerah (Musda) IX Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 11 Jawa Tengah, “Gunakan suara hati dalam memilih sosok ketua periode mendatang”.

Saat membuka Musda IX RAPI Jawa tengah di Semarang, Ketua RAPI Nasional Rizal Fahrial menyampaikan agar di Musda ini kita semua memilih menggunakan Hati . “Tetapi kalau memilihnya ketua berdasarkan akal semata, rentanitas terhadap penyalahgunaan wewenang sangat besar,” kata Rizal saat memberikan sambutan.

Rizal Fahrial hadir bersama beberapa pengurus RAPI Nasional. Ia berpesan dalam menentukan pilihannya benar-benar memahami rekam jejak para kandidat. “Sekali salah pilih, akibatnya akan dirasakan lima tahun mendatang” ucap Rizal. Apalagi organisasi RAPI adalah organisasi sosial kemasyarakatan.

Ketua RAPI Daerah 11 Jateng, Didik Nadrel menambahkan ada empat kandidat bertarung dalam musda kali ini. Tiga calon berasal dari jajaran pengurus, sedangkan satu orang dari luar pengurus.

‘’Musda ini sebagai regenerasi kepengurusan RAPI yang merupakan organisasi sosial kemasyarakatan. Kami juga meneruskan kode etik yang berlandaskan moral, dan panca bakti yang menjadi landasan spirit kita, untuk melaksanakan tugas sosial,’’ papar dia menambahkan saat ini RAPI Jateng beranggotakan sekitar 7.670 anggota.

“Seseorang ketika menjabat hendaknya meneladani falsafah tersebut. Ketika ia di depan, menjadi tauladan. Ketika di tengah, bekerja dan berkarya. Dan ketika di belakang, memberikan dorongan. Dengan mengacu falsafah ini saya yakin keadaannya akan kondusif dan timnya akan bekerja secara baik dan benar,” katanya.

Sementara itu senior RAPI Jateng Achmad Sudarjo mengatakan tuntutan bagi pengurus RAPI telah berubah. Kalau dulu prestasi, loyalitas dan dedikasi, sekarang meningkat menjadi profesionalisme, akuntabilitas dan transparansi.

“Dan kesemuanya itu harus mengkoordinasikan dengan cermat dan tepat. Kami sadar untuk mewujudkan transparansi, akuntabelitas dan profesionalitas, itu sangat sulit. Sangat diperlukan figur orang yang tepat untuk menyandang ketua RAPI dan harus menguasai teknologi komunikasi,” jelasnya.

Menurut pria yang sudah berusia 80 tahun ini, terdapat falsafah kepemimpinan Jawa yang masih relevan digunakan hingga saat ini. Yaitu ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangunkarso, tutwuri handayani.

‘’Dalam situasi pandemi ini, kita tidak henti-hentinya ikuti mensosialisasikan pentinganya protokol kesehatan. Juga bekerja sama dengan instansi terkait di daerah untuk membantu vaksinasi,’’ kata dia menambahkan anggotanya di daerah selalu proaktif membantu pemerintah kabupaten/kota.

Musda IX terpilih H. ABDUL MANAN, SE.MM (JZ11HAM) sebagai ketua daerah 11 Jawa Tengah.

Selamat bekerja, banyak harapan dari anggota untuk kemajuan organisasi RAPI tercinta.

Related Posts

1 Comment

  1. Pingback:Pengukuhan Ketua RAPI Jawa tengah - RAPI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan